Sabtu, 27 Juni 2015

Artikel Pendidikan

Dampak Perubahan Kurikulum Pendidikan terhadap Mutu Pendidikan di Indonesia
Oleh: SEPTANINGSIH
NPM: 1413053119
Mahasiswi S1 PGSD FKIP UNILA UPP Metro

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. Kurikulum dipandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan dalam mencapai tujuan pendidikan. Apabila masyarakat dinamis, kebutuhan anak didikpun akan dinamis sehingga tidak tersaing dalam masyarakat, karena memang masyarakat berubah berdasarkan kebutuhan itu sendiri.
Kurikulum juga sebagai pedoman mendasar dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan. Berhasil atau tidaknya suatu pendidikan, mampu tidaknya seorang anak didik dan pendidik dalam menyerap dan memberikan pengajaran, dan sukses tidaknya suatu tujuan. Bila kurikulumnya didesain dengan sistematis dan komprehensif serta integral dengan segala kebutuhan pengembangan dan pembelajaran anak didik untuk mempersiapkan diri mengahadapi kehidupannya, tentu hasil / output pendidikanpun akan mampu mewujudkan harapan. Tetapi jika tidak, kegagalan demi kegagalan akan terus menerus membayangi dunia pendidikan.
Sistem dan mutu pendidikan di negara kita masih tertinggal jauh dibanding negara-negara lain. Karena masih banyaknya masalah dalam dunia pendidikan kita yang kita hadapi. Dilain pihak pemerintah sendiri tidak segera membenahi kondisi pendidikan yang ada di Indonesia. Disamping itu reformasi kurikulum pendidikan yang sudah diadakan pembaharuan juga tidak membawa dampak positif terhadap perkembangan mutu di dunia pendidikan, sehingga sampai saat inipun mutu pendidikan kita masih rendah.
Ditinjau dari kurikulum 1975, 1984, 1994 masih memfokuskan padatnya bahan ajar yang harus dikuasai oleh setiap siswa/anak didik, sehingga beban belajar siswa menjadi sangat berat.Dengan pembaharuan kurikulum tahun 2004 (KBK), walaupun sudah ada pengurangan bahan ajar, tetapi kesempatan dari peran orang tua juga masih belum berfungsi penuh terhadap proses pembelajaran di masing-masing tingkat satuan pendidikan sehingga pengaruh terhadap mutu pendidikan belum terpenuhi.
Kritik pada kurikulum pendidikan di negara kita pada tahun 1975, 1984, dan 1994 justru membebani belajar siswa karena materi kurikulum yang terlalu padat. Sehingga siswa tidak bisa mengembangkan dirinya sesuai kemampuan siswa masing-masing, maka peranan kurikulum pada tahun tersebut dirasa kurang berhasil dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Oleh karena itu pemerintah mengambil sikap untuk membenahi kurikulum pada tahun tersebut, akhirnya lahirlah kurikulum 2004 yang terkenal dengan lahirnya KBK. Pada kurikulum 2004 ini materi kurikulum sudah agak longgar, sehingga tidak begitu membebani belajar siswa. Pada kurikulum ini siswa dituntut untuk bisa mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. Karena pada kurikulum ini, orang tua diberi kesempatan dalam kegiatan persekolahan tersebut, walaupun peran orang tua dalam kegiatan persekolahan tersebut masih sedikit terbatas. Apalagi kalau banyak kesempatan yang diberikan kepada orang tua untuk selalu aktif berperan dalam kegiatan sekolah atau proses pembelajaran mungkin kompetensi masing-masing anak bisa lebih berkembang.
Peranan KTSP pada mutu pendidikan di negara kita juga belum ada pengaruhnya. Karena peringkat Indonesia masih dibawah jauh dari negara-negara seperti Korea, Singapura, Jepang, Taiwan, China, India, Malaysia dan masih banyak negara lain yang peringkatnya ada diatas negara kita. Salah satu penyebabnya adalah kurang berperannya guru didalam mengembangkan KTSP ini dengan baik. Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah sehingga cara berfikir anak serasa mati. Selain itu juga kurang tanggung jawabnya seorang guru pada mata pelajaran yang mereka berikan. Sebagian besar guru masih ada yang hanya memikirkan materi yang menjadi tanggung jawabnya itu selesai tepat waktu sesuai dengan silabus dan program semester tetapi tidak memikirkan apakah materi yang mereka sampaikan itu bisa difahami dan diserap oleh siswa dengan baik atau tidak. Sehingga tidak relevan dengan tujuan KTSP itu sendiri dimana guru harus mampu mengembangkan KTSP yang bisa menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang kuat.
Prinsip dasar KTSP adalah pada pengetahuan yang belum sempurna sehingga harus disempurnakan melalui proses pencairan, penemuan dan eksperimentasi sesuai dengan konteks ruang dan waktu.. Dengan KTSP pun ternyata belum bisa mengubah mutu pendidikan kita.Sehingga muncullah kurikulum baru, kurikulum 2013. Dapat dikatakan dengan diadakannya pembaharuan kurikulum pun mutu pendidikan kita masih memprihatinkan atau dapat dikatakan peranan reformasi kurikulum pendidikan belum membawa dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan. Peran pengembang kurikulum menjadi sangat penting bagi dunia pendidikan dengan memperhatikan 3 jenis peranan kurikulum yaitu peranan konservatif, peranan kritis dan evaluatif serta peranan kreatif. Jika ketiganya mempunyai peranan yang seimbang maka akan atau membantu peserta didik menjadi generasi penerus yang siap dan terampil dalam segala hal.

Kamis, 23 Mei 2013

Video go green

Upaya mengurangi global warming




Assalamu’alaikum Wr. Wb

Baiklah readers kali ini saya akan berbagi info mengenai usaha untuk meminimalisir global warming  yaitu dengan cara menanam/reboisasi serta melestarikan hutan. dan kali ini saya juga sekaligus akan membahas dampak dari penebangan hutan secara liar.,
Di daerah saya terdapat hutan yang cukupt luas, namun kekayaan alam tersebut banyak disalahgunakan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab readers., seperti menebang pohon akan tetapi tidak diimbangi dengan penanaman kembali atau yang kita sebut dengan reboisasi, readers.. Hutan merupakan paru-paru dunia yang perannya sangat penting bagi jagat raya ini. Setiap detiknya hutan selalu menghasilkan oksigen untuk dihirup oleh makhluk hidup, khususnya manusia dan hewan.     


Tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan amat sangat penting peranannya readers, selain memiliki fungsi untuk menghasilkan oksigen untuk dihirup oleh makhluk hidup, khususnya manusia dan hewan, tumbuh-tumbuhan di hutan juga berperan dalam mencegah terjadinya tanah longsor. Tanah yang memiliki tingkat kemiringan yang cukup tajam maka akan rentan terjadinya longsor, maka untuk mengantisipasinya yaitu dengan menanami tumbuh-tumbuhan yang berbatang kuat untuk meminimalisir akan terjadinya longsor. Biasanya tanah yang memiliki tingkat kemiringan dan resiko tertinggi akan terjadinya tanah longsor yaitu tanah yang berada di sekitar sungai. Berikut contoh fungsi pohon / tumbuh-tumbuhan yang berada di dekat sungai yang berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya tanah longsor:
 


Pelestarian hutan perlu dan harus secepatnya dilaksanakan. Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga sekarang tanpa diimbangi dengan penanaman kembali (reboisasi), menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak, berikut adalah contoh pembalakan liar yang dilakukan oleh manusia yang menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan hutan
  


Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian semakin merebak di daerah saya readers.. karena untuk usaha pertanian bergeser dari lahan subur yang terus terkurangi fungsinya, berikut adalah contoh hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian:



Salah satu contoh dampak yang ditimbulkan akibat dari kerusakan hutan yaitu yang sekarang kita rasakan seperti pemanasan global readers, atau bahasa kerennya “Global Warming”..

Global warming merupakan proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfir, laut, dan daratan bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca extrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Adapun upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk melestarikan hutan:

1.       Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang telah gundul

2.       Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon

1.  Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang telah gundul 
  

Reboisasi bearti penanaman pohon di hutan dengan tujuan untuk memulihkan hutan seperti sedia kala yang penuh dengan tanaman. Adapun manfaat dari reboisasi antara lain:
1. mengurangi erosi tanah oleh angin dan air
2. pelestarian kesuburan lahan pertanian sekitarnya
3. kenaikan kadar air tanah
4. perlindungan cekungan air tanah
5. restorasi keanekaragaman hayati
6. pencegahan banjir
7. penangkapan dan penyimpanan karbondioksida untuk mengurangi efek rumah kaca

2.    Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon     
  

Adapun manfaat atau keuntungan dari tebang pilih antara lain:
1. perlindungan terhadap tempat tumbuh dan permudaan
2. terjadi penutupan tajuk vertikal
3. perlindungan terhadap hama dan penyakit
4. perlindungan terhadap bahaya kebakaran
5. penyesuaian dengan situasi pemasaran kayu
6. menjamin kelestarian produksi pada kawasan kecil

Di daerah saya ada seseorang yang berjasa besar atas kelangsungan hutan yang selama ini sering kurang diperhatikan akan kelestariannya, bahkan beliau telah mendirikan atau menyulap halaman rumahnya menjadi lahan pembibitan tanaman yang ditujukan untuk menanami hutan yang telah ditebangi yang ada di daerahku tersebut. Berikut contoh kecil pembudidayaan tanaman yang nantinya akan bermanfaat besar bagi generasi yang akan datang
 
So,, kita sebagai generasi muda yang memiliki pemikiran yang sehat hendaknya selalu dan selau menjaga dan melestarikan hutan demi kelangsungan hidup kita serta anak cucu kita pastinya, dan janganlah merusak apa yang telah diberikan oleh tuhan. Karena dengan merusak merupakan awal dari kehancuran..

mari hijaukan bumi kita readers !!!

Wassalamu'alaikum wr. wb